Mendandani Ibu ( Part 2 )

Posted: April 11, 2012 in Ibu
Tags:

Ini adalah kisah lanjutan dari kisahku yang pertama. Kisah nyata tentang percintaankku dengan ibu kandungku sendiri. Aku menulis cerita ini sebagai sarana curhatku, karena tidak mungkin aku bias ceritakan kepada orang yang aku kenal di dunia nyata.
Pada akhir bulan ke-empat, ibuku kembali menengokku. Tapi kali ini dating bersama papa yang kebetulan ada urusan kerjaan ke kota tempatku kuliah. Papa sedang ada lokakarya yang harus dihadiri. Papa dan mama menginap di hotel tempat lokakarya diadakan. Papa menyewa satu kamar tambahan untukku agar aku tidak perlu bolak – balik dari kost ke hotel untuk menemui mereka.
Hari pertama lokakarya dimulai, papa memintaku menemani ibuku jalan – jalan. Lokakarya dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Aku masuk ke kamar ibuku. Kulihat ibuku telah rapid an siap – siap untuk jalan – jalan bersamaku. Ibu menggunakan pakaian yang biasa digunakannya saat menemani papa jalan – jalan.
“aku nggak mau nemani ibu jalan – jalan kalo ibu mengenakan pakaian seperti itu” protesku melihat ibuku yang sedang duduk di tepi ranjang
“ibu, nggak mungkin pakai pakaian seksi seperti kemarin. Papamu bias marah jika melihatnya”
“papa nggak akan melihatnya. Papa kan keluarnya jam 5 sore. Sebelum jam 5 kita sudah kembali ke hotel” aku mencar- alas an
“tapi, pakaiannya ka nada di kostmu” ( ibu tak mau membawa pakaian yang kubelikan bulan lalu kembali ke Jakarta, sehingga ditinggal di lemari kosrtku )
“nih, aku udah bawa” jawabku sambil mengeluarkan sehelai kaos “u can see’ ngepress gantung warna merah dan plus rok pendek dari bahan kain biasa. Tak lupa sehelai g – string dan Bra yang talinya terikat dileher.
“yaudah, kamu tunggu di sini. Ibu ganti dulu” kata ibuku sambil mengambil pakaian tadi dariku dan hendak menuju kamar madni
“mau ganti di mana?”
“kamar mandi”
“kelamaan mama. Ganti sini aja biar cepet”
“ibu nggak mau bugil depanmu”
“santai aja. Aku kan udah pernah liat”
“kamu masih ingat pesan mama bulan lalu kan? Itu yang terakhir”
“iya, masih ingat. Aku, nggak akan nyentuh mama walau mama ganti bugil depanku “
Selang beberapa menit kemudia ibuku sudah melepaskan semua pakaiannya dan bugil di depanku. Lalu, memakai pakaian yang aku berikan. Ibu kelihatan seksi dengan pakaian itu. Belahan dadanya yang putih Nampak kelihatan. Pinggangnya yang dihiasi tali g – string Nampak jelas keliatan saat ibu bergerak dan kaosnya tertarik ke atas. Melihat itu membuat aku sangat horni.
Aku dan ibu menuju ke sebuah tempat karaoke yang cukup terkenal. Awalnya kami bernyanyi sambil duduk. Jarak kami pun agak berjauhan. Hingga akhirnya saat music lagu Endlesslove berbunyi, ibuku berdiri. Ibu menariku untuk ikut berdiri dan berduet dengannya. Kami berdiri bersebelahan. Aku menyanyikan ayat yang pertama. Ibu menyanyikan ayat kedua. Dan seterusnya bergantian. Saat memasuki lirik “Two hearts,
Two hearts that beat as one Our lives have just begun” yang harus dinyanyikan berdua, aku berpindah berdiri di belakang ibuku. Mic ku simpan, kami menggunakan satu mic yang dipegang ibu. Kurangkul pingganya dari belakang. Ibuku tak member respond an terus bernyanyi. Mulutku kuletakkan persis dibelakang telinganya. Aku mengambil mic dari tangannya lalu membuangnya ke lantai. Sementara music masih terus berjalan. Aku memegang kedua tangan ibuku persis di depan perutnya. Kucium pipinya. Ibu masih terus bernyanyi sambil memejamkan mata. Kubalik tubuh ibuku hingga kami berhadapan. Kucium bibirnya. Ibu berhenti bernyanyi tapi tetap memejamkan mata. Selang beberapa menit kemudian ibu merespon ciumanku dengan French kiss. Kami saling berlumat. Tangaku refleks ngeremes toket ibu. Aku pelorotin bajunya yang udah agak kebawah. Tanganku satunya ‘main’ dibawah roknya. Perlahan kubimbing ibuku yang masih terus memejamkan mata itu ke tepi sofa. Aku mengarahkannya untung nungging sambil berpegangan pada tepi sofa. Aku pukul-pukul mesra pantatnya, sementara aku keluarin penisku yang udah keras itu…lalu aku tarik pantatnya kebelakang, angkat roknya dikit, plorotin g – stringnya, arahin tangannya supaya nuntun penisku ke liangnya, ibu masih terus menutup mata dan dari mulutnya kedengaran masih menyanyikan lagu endless love. Kupegang pinggang ibu dan menariknya maju mundur. Rambut panjangnya terurai jatuh menutupi wajahnya. Lalu ibu menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya dengan tangan kanan. Ia melepaskan liangnya dari batang kemaluanku dan berdiri berhadapan denganku. Kali ini tak lagi memejam mata dan bernyanyi.
“kamu ini kenapa sih? Mama kan udah bilang kemarin itu yg terkahir dan jangan sampai seperti ini. Ini udah kelewatan” ibu Nampak serius
“aku mencintaimu dewi!” jawabku.
“cinta antara kita bukan seperti ini caranya. Ini cinta antara suami istri”
“dewi, aku ingin mencintaimu seperti seorang pria mencintai wanita” aku terus menjawab. Ibu diam. Aku kembali mencium bibirnya. Kami berciuman dan tangan ibu melepaskan kemeja dan celana yang kupakai. Akupun demikian, melepaskan pakaiannya. Kami sama – sama bugil. Ibu berbalik dan kembali menungging di tepian sofa. Tangan kanannya menjulur ke belakang merai batangku dan mengarahkan ke liagnya. Ibu menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Ibu cuma bilang gini “setelah ini aku mau liat bagaimana cintamu itu (sambil mendesah perlahan dan menggit bibir bawahnya).” Aku semakin bernafsu menggenjot saat ibu mengibaskan rambutnya pantatnya turun naik perlahan. Kadang-kadang ibu lempar rambut panjangnya kedepan sampe nutupin muka, terus kibasin lagi kebelakang. Setelah beberapa menit maju mundur berasa juga ibu mulai kejang tanda orgasme, tangannya kebelakang memegang leherku dan menarik ke kepalaku mendekat ke wajahnya. Ibu memalingkan wajah ke belakang dan kami berciuman lagi sambil terus menggoyang pinggulnya. Lalu ibu melepaskan ciuman dan berbisik “ kalo mau keluar bilang ya”. Beberapa saat setelah ibu orgasme, aku berbisik di telinganya kalo aku mau keluar. Ibu melepaskan batangku dari liangnya. Berbalik menghadap ke arahku dan duduk di sofa. Sementara aku masih tetap berdiri. Ibu merai batangku dan memasukan ke dalam mulutnya. Aku mengeluarkan peju dalam mulutnya. Stetlah menelan pejuku, ibu masih menyedot batangku hingga lemes.
Ibu tertidur lemes di sofa. Masih dalam keadaan bugil. Aku jongkok di tepian sofa. Wajah kami saling bertatapan. Kubelai rambutnya, kukecup keningnya lalu kami kembali beciuman.
“wi, apa yang ingin kamu buktikan dariku?” aku bertanya
“cinta seperti yang kamu katakana tadi” jawab ibu. Aku lalu menariknya hingga ibu duduk. akupun duduk di sofa. Kami berhadapan. Kutatap wajahnya dalam – dalam. Dari ekspresinya kelihatan seperti gadis ABG yang malu – malu saat seorang pria menyatakan cinta padanya. Kupegang kedua tangannya lalu berkata “ akan aku buktikan itu. Bagaimanapun caranya “ setelah mengucapkan kata – kata itu, aku kembali menyanyikan lagu endless love. Ibu Nampak tersenyum, tapi air mata mengalir kecil dari matanya. Ibu mencubit pinggangku manja lalu memelukku.
Tak terasa sudah pukul 4 sore. Aku dan ibu berpakaian lalu kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, papa masih di ruangan lokakarya. Aku mengantar ibu ke kamar, lalu ibu kembali mengganti pakaiannya, dan pakaian yang dikenakan tadi diserahkan kembali padaku. Kami lalu mengobrol. Beberapa menit kemudian, papa dating dan mengobrol dengan kami. Aku lalu pamit kembali ke kamarku. Sesampai di kamarku, aku mengirim sms ke nomor ibu “ love yiu dewi cantik “. Ibu membalas sms ku singkat “ Dasar genit. Love u 2”. Akupun akhirnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
Sehabis mandi, aku mengambil HP yang kuletakkan di atas ranjang. Ada dua panggilan tak terjawab dari ibu. Aku menelpon balik, tapi direject. Lima menit kemudian ibu menelpon balik
“maaf, tapi mama lagi sama papa”
“trus sekarang lagi di mana emangnya?” tanyaku
“nih, nelpon dari dalam kamar mandi” jawab ibu.
“tadi nelpon, emang ada apa?”
“Cuma pengen bilang, lain kali jangan sms seperti tadi. Ntar dibaca papa”
“iya deh”
“janji?”
“janji dewi sayang…”
“yaudah deh kalo gitu. Bye..”
“loh, kok Cuma bye?” kucoba menggoda ibu
“maunya apa?”
“cium dong..”
“ummmmmaaaa….” Suara ibu dari seberang telpon manja
“love u dewi cantik”
“love u 2 anak nakal…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s