Mendandani Ibu ( Part 3 )

Posted: April 11, 2012 in Ibu
Tags:

Sejak aku having sex dengan ibu di tempat karaoke, aku menjadi bingung dengan perasaanku sendiri. Aku seperti ingin memacari ibu, meminagnya dan akhirnya menikah. Sejak setelah having sex saat itu, aku mencoba menhindar dari papa dan mama.aku mencoba mencari perasaan sebenarnya. Selama tiga hari, aku mengencani seorang cewek manis temen kampusku yang sudah lama naksir aku. Tapi, aku merasa nggak nyaman seperti saat aku dengan ibu. Cewek itu bahkan dengan jujur mengatakan bersedia having sex denganku, tapi saat aku mengingat kembali kata – kataku pada ibu waktu di karaoke, aku memilih untuk tidak mau menghianati ibu. Dewi yang aku cinta sebagai kekasih.
Pada hari ke – 4, papa bersama rombongan peserta lokakarya lainnya harus melakukan kunjungan ke beberapa kecamatan. Papa mengajak ibu untuk ikut, tapi ibu menolak dengan alas an capek dan nggak mau mengganggu papa. Akhirnya papa berangkat tanpa ditemani ibu. Aku diminta menjaga ibu.
Malamnya, aku mengajak ibu makan malam di luar. Saat aku masuk ke kamar ibu, aku sepertimelihat bintang film, Ibu-ku memakai baju terusan mini berwarna merah dipadukan dengan jaket yang sangat seirama dengan warna baju terusannya dan juga dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna merah dan kakinya terbalut dengan stoking nilon yang membuat kakinya semakin terlihat sexy, dengan rambut dinaikan keatas kepalanya seperti sanggul kecil dan juga dengan riasan wajahnya yang teramat sangat sensual. Matanya terlihat sangat cerah dengan riasan yang dia lakukan sendiri dan bibirnya terlihat selalu lembabseperti basah atau bisa dibilang terlihat sangan sensual dan nakal.
Sampai di sebuah resto memesan beberapa jenis makanan dan mulai makan dengan beberapa percakapan diantara kami berdua.
“ke mana aja tiga hari ini?” Tanya ibu
“sibuk di kampus”
“bahkan nggak bias terima telpon dan balas sms?”
“soal itu, aku minta maaf. Aku salah. Aku sedang berkencan dengan seorang cewek tiga hari ini”
“bagus dong kalo gitu. Kamu udah nggak perlu terobsesi dengan ibumu lagi”
“cemburu?” rayuku
“nggak. Malah bersyukur”
“nggak ikhlas saat terima aku di karaoke kemarin? Terpaksa? Ato apa?”
“kemarin aku juga merasakan hal yang sama. Cinta sama kamu”
“terus kenapa harus rela aku kencan dengan cewek lain. Aku bahkan nolak dia karena mau buktiin ke kamu. Seperti yang kamu minta”
“kamu nolak cewek itu?”
“iya”
“karena aku?”
“iya. Aku cinta sama kamu wi. Aku bahkan sangat ingin memilikimu”
“kamu jangan bikin aku nangis lagi deh”
“kalo nangis, nih di bahuku” aku mencoba menggoda ibu.
“dasar nakal. Cepet bayar makanannya, kan kamu yang traktir. Lalu kita pergi”
Aku berdiri dari bangku ku dan beranjak kea rah kasir untuk membayar dan kembali ke meja. Ibuku dan aku berjalan keluar dari resto. Aku dapat melihat beberapa lelaki yang sedang mekan di resto itu memandangi kemolekan tubuh Ibuku, nafsu terukir pada muka mereka ketika melihat Ibuku berjalan. Situasi itu mebuat diriku menjadi agak cemburu kepada para lelaki itu, dengan cara mereka melihat Ibuku dengan penih Nafsu, Ibuku yang pada saat itu menjadi pasangan kencanku.
Sesampainya di hotel, kami masuk kamar dan aku langsung membaringkan diri di ranjang. Ibu mengganti pakaianya dengan pakaina tidur dan membersihkan make up.
“wi, kayanya malam mini Mama harus memakai pakaian yang jauh berbeda dari yang ini deh, soalnya aku gak bisa tahan klo liat Mama pakai baju yang ini” Candaku sambil tertawa.
“ooo… jadi aku bikin kamu horny ya? Ahk, biasanya juga kalo horny langsung asal serobot aja “Balas Canda Ibuku
“hmmmm…” gumamku
“kok Cuma gitu, biasa juga jago ngerayu” ledek ibuku
“nggak jago kok”
“yang, rayu aku dong..” kata ibu sambil senyum genit. Senyum yang membuatku makin jatuh cinta.
Aku bangun dari ranjang dan berjalan perlahan mendekatinya. Dia tidak mengatakan sepatah kata lagi, hanya tetep duduk di depan meja rias menunggu ku menghampiri dirinya. Setelah aku tepat berada di belkang Ibu ku, aku lingkarkan kedua tanganku di perutnya dan dengan perlahan mendekapkan punggungnya pada dadaku, pantatnya yang sangat sintal terdekap sangat rapat ke bagian bawah tubuhku, dan dengan perlahan aku mulai menciumi belakang leher Ibuku dan dengan sedikit menjilat kulitnya dengan lidahku. Secara perlahan aku mulai membelai halus payudaranya. Penisku mulai menegang dan berdiri dengan tegak dan keras menekan erat kearah pantat Ibuku dari dalam celanaku. Lau secara perlahan pula kuturunkan salah satu tangan ku dan mulai meraba perutnya, semakin kebawah dan jari2 ku mulai menelusuri bulu2 halus yang berada diatas garis vaginanya yang terawatt dengan sangat rapih. Akhirnya Ibu ku berdiri membalikan badanya kearahku dan menggapai belakang kepalaku dean mrangkul leherku dengan posisi berhadapan kami akhirnya bibir kami bertemu, dia merapatkan dan agak menekan kan pinggulnya keapada pinggulku sehingga penisku yang tegang ini terhimpit oleh tekanan tubuhnya, dan bibir kami pun berpautan bergumul menikmati aroma birahi, dan lidah kami pun juga ikut bergumul berbalasan menikmati laju nafsu yang sednag terjadi diatara aku dan Ibu Kandungku. Kutarik dan kudekap tubuhnya semakin erat kepada tubuhku. Payuda Ibuku terasa sangat lembut menmpel di dadaku yang masih terlapisi oleh bajuku. Aku mulai merasakan tangan Ibu-ku mulai bergerilya menelusuri penisku dari luar celanaku, tangannya meraba penisku serta meraih buah zakarku secara lembut dan sangat menggairahkan, bibir kami tetap berpautan satu sama lain, lidah kami seperti terkunci di dalam permainan gairah yang sangat panas. Kurasakan jemeri ibuku mencari retseleting celanaku dan mulai membukanya, lalu aku dapat merasakan tangannya sudah menggenggam batang penisku yang semkin keras dan berdiri dengan tegaknya dan perlahan mulai mengocok penisku aku bisa merasakan buah zakarku kadang dicengkramnya dengan jemarinya sambil dia mencakar harlus lalu dia mulai mengocok kembali panisku.
Perlahan ibu mulai jongkok hendak membuka resleting celanaku dan mengulum batangku. Tapi, Kuangkat tubuh Ibuku dan kudekatkan wajanya kepada wajahku dan kami berciuman. Ibuku secara perlahan melepas pakaiannya satu persatu. Aku menggendong tubuh ibuku yang sudah bugil itu lalu membaringkannya di ranjang. Kunyalahkan lampu kecil dan mematikan lampu utama. Setelah itu baru aku tanggalkan pakaianku sendiri.
Ibuku tidur terlentang pasrah menyerahkan sepenuhnya dirnya tubuhnya kepada diriku, aku kangkangi dia tubuhnya berada diatara kedua kakiku dimana tubuh ku berada diatasnya dan bibirku mulai menciumi lehernya sambil memberikan sedikit jilatan2 penuh nafsu..sampai jilatanku naik sebatas dagunya, dan mulai dengan perlahan lahan tanganku dengan jemariku memijat mijat halus putting susu Ibuku….dan kuturunkan jilatanku denagn hanya melewati putting susunya…aku mulai mendengar rintihan2 halus dan suara desahan kenikmatan yang keluar dari mulut ibuku, lalu jilatan dan cumbuan itu kulanjutkan kerah perut ibuku, dan dengan perlahan seiring dengan jilatan lidahku di perutnya kucumpu juga pusarnya..dan tidak lupa sedikit kujilat pusarnya dengan lidahku….dan rintihannya pun terdengar semakin parau, serta berbisik kepadaku bahwa dia sangat menikmati nya. Secara perlahan kumasukan satu jariku kedalam vaginanya yang sudah sangat basah, dengan tetap lidahku bergerilya di perut dan disekitar pusarnya, sambil memasukan jariku kedalam vaginya diringi dengan eksplorsiku di dalam celah kenikmatan yang tetap sempit dan terawatt itu. Ibuku sedikit mengangkat pinggulnya agar agak menekan jariku supaya cepat masuk semakin dalam ke vaginanya, dan ketika kurasan jariku mulai menyeruak masuk, maka megalirlah cairan kenikmatan dari liang sanggama, liang surgawi impian para lelaki itu…begitu bening lengket dan agak pekat, dan Ibuku makin meracau keenakan dalam menikmati oragasme awalnya.
“ Oooohhh…….…sayaaaanggkuwwww….Ooh Tuhan…!!! Sayang aku keluar nniihhhhhsssshhhh aakkkhhhhh “ bisik ibu.
Oragasme awal yang dia rasakan membuat tubuhnya agak sedikit mengejang menahan kenikmatan yang kuberikan. Melihat situasi ini, aku langsung beranjak dan mendekatkan mulutku pada vaginanya dan mulai menghisap semua cairan kewanitaan yang dia keluarkan dengan derasnya yang mengalir dari dalam vaginnya membasahi klitroisnya, sambil ku hisap sambil kujilatkan lidahku mengelilingi klitrorisnya yang sudah membengkak seperti kacang, kuhisap vaginanya sambil terkadang kulihat kearah wajah dan tubuhnya, tubuh cantik yang tergolek pasrah menggeliat nikmat di atas tempat tidur tanganya mengacak acak seprai dan mencakan kasur, melihat keadaannya seperti itu malah membuatku semakin bernafsu untuk mengerjai Ibuku, kuhisap lebih kuat lagi vaginanya lidaku kutusuk kedalam vaginanya beserta jariku yang tetap keluar masuk di vaginanya, kuanaik turunkan lidahku di klitorisnya, paha Ibuku makin terbuka dengan lebar dan sangat memudahkan diriku untuk menggapai perbatasan antara liang vaginannya dengan lubang anusnya, kujilat semakin kebawah sampai sedikit terkena lubang anusnya…yang merekah kembang kempis seperti bunga mawar, Ibuku semakin tersika dengan kenikmatan surgawi yang kuberikan. Dia benar2 berada dalam oragsme.
“Ooh sayang…udah…plis…jangan mainin itu mulu…. Aku nggak tahan saying……”
aku melepas kan hisapanku dan bergerak pindah dan berbaring disebelahnya.
“kok malah berbaring di sini?” Tanya ibuku
“kan kamu udah orgasme sayaang…” godaku
“jadi nggak mau masukin nih…..” kata ibu sambil mencubitku genit..
aku mulai bergerak dan merangkak untuk bertindak sesuai permohonannya kepadaku, aku merangkak dianata sepasang paha yang terdapat sebuah liang kenikmatan surge yang sudah sangat basah dan sangat lembab…dan aku berbaring ditas tubuh Ibuku dan aku langusng menyambar bibir dan lidah kami saling bersambutan dan berpautan satu sama lain, dan aku dapat merasakan jemari Ibuku yang mulai meraih batang penisku yang keras menegang untuk memnuntun memasuki liang persangamaan sebuah liang yang dapat memberikan kenikmatan birahi yang sempurna, pelahan kepala penisku mulai menyentuh bibir Vaginanya, terasa sanagt basah dan licin pada bibir vaginanya, burung yang selama ini pergi diluar rumah akhirnya masuk kedalam sarangnya sendiri, kepala penisku mulai menyeruak masuk kedalam Vagina ibuku dan kubantu dengan tekanan sekali dorong oleh pinggulku, secara perlahan penisku masuk semakin dalam kedalam Vagina Ibu ku. penisku secara plean dan perlahan keluar masuk di Vagina Ibuku sendiri, terasa sangat hangat lemabab dan basah, merasakan sepenuhnya kasih sayang seroang Ibu kandung kepada anak kandung nya seorang remaja pria, seperti benar2 merasakan bahwa diriku berada di dalam dirinya.
Ibuku mulai mengikuti irama grakan pinggulku dengan membuat penetrasi keatas dan aku ke bawah, dia mulai mengangkat pinggulnya dan menaikan tempo penetrasinya kepadaku. Pahanya mulai terbuka dengan lebar dan dia mengangkat kakinya tinggi2 dan kakinya mengelilingi merangkul pinggangku dan menguncinya…sebagai topangan seakan akan dia tidak mau aku mencabut penisku dari vaginanya.
“Ooohh sayang….aku mulaiiii nih…aaaakhhhhh…” seru ibuku
“Aaaaku…juga nih wiiiiiiiiiiiiiiii…” balasku.
Ibuku akhirnya melepaskan cairan kewanitaannya dan berteriak sangat puas menikmati orgasme yang tiada tara nikmatnya, kurasakan Vaginanya seperti mengejang tubuhnya mengejang seperti terkena setruman ribuan volt, dan Pinggunya terangkat 10 derajat dari tempat tidur…samapai benar aku bisa merasakan akhir dari vaginanya yaitu didinding rahimnya dan pada saat itu pula akhirnya sperma ku yang sangat pekat putih tersembur kedalam Vaginanya, untuk pertama kalinya.
ibuku menarik turun kepalaku mendekatkan wajanya kepada wajahku dan kami saling bercumbu lidah kami berpautan satu sama lain ciuman kepuasan yang sagat buas…liur kami mengalir keleher dan muka kami..akibat cumbuan2 buas yang kami lakukan. Aku tetap membenamkan dalam2 penisku di dalam Vagina ibuku, begitu pula ibuku yang belum melepaskan kucian kakinya di pinggangku.
Aku melepaskan batangku dari vagina ibu. Berbaring di sampingnya. kutatap wajahnya yang cantik dan manis, kutatap dalam kearah matanya begitupula ibuku..menatap tajam dalam kedalam mataku. Aku bisa melihat cinta yang tertuang sepenuhnya dari dalam jiwanya hanya untuku seorang.
“aku sayang bgt sama kamu sayang….Mama sayang banget sm kamu” Bisikan dari perkataannya itu..terdengar sangat mendesah ditelingaku, juga terdenga nafasnya yang masih memburu dan detak jantungnya yang cepat, sisa2 dari kepuasan permainan
“Aku juga sayang sama kamu Dewi…, aku ingin seperti ini terus sama kamu dewi…selamanya!!” Kukatakan dengan mempererat pelukanku terhadapnya.
‘kamu yakin dengan perasaanmu saying?” Tanya ibuku
“aku yakin. Sangat yakin. Kamu siap terima aku saying?”
“aku siap. Tapi tidak sekarang” jawab ibuku.
“aku mengerti. Aku akan menunggu sampai siap menerima aku, tidak hanya di ranjang. Tapi di seluruh hidupmu” kukatakan demikian sambil mencium keningnya. Kupeluk dia erat – erat. Menarik selimut untuk menyelimuti tubuh kami berdua yang masih bugil. kami beruda tertidur sangat pulas karena puas atas kenikmatan yang telah terjadi dianatara kami. Kami tertidur bersama dengan berpelukan dan masih tetap terselimuti oleh nafsu dan gairah bercinta,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s