When The Devil Comes (4)

Posted: December 15, 2011 in CerBung, Kakak - Adik
 kata-kata Sarah terhenti saat dia mulai menurunkan tubuhnya hingga kepala kontol Bimo mulai memasuki memeknya. Sarah merasakan otot vaginanya seperti dipaksa meregang sampai di luar kapasitas biasanya, karena kontol Bimo memang lebih besar dari Joko, suaminya. “Kak kenapa? Sakit? Uuggh…..”, tanya Bimo. Pemuda itu merasakan kepala kontolnya dijepit memek kakaknya yang hangat dan masih sempit walaupun sudah pernah melahirkan. “Uuggh… nggak apa-apa Bim Aagghhh……”, erang Sarah saat dia tiba-tiba menurunkan tubuhnya dengan keras hingga kontol Bimo masuk semuanya. Sarah yang kini duduk di pangkuan Bimo, diam sebentar sambil memeluk erat adik kandungnya itu. Kepalanya bersandar ke pundak Bimo. Sarah menghentikan gerakannya mencoba beradaptasi dengan ukuran kontol Bimo. Sarah baru kali ini merasa memeknya begitu penuh. Kontol Bimo terasa sampai ke mulut rahimnya dan mengisi daerah-daerah yang selama ini tak bisa dijangkau oleh kontol suaminya sendiri. “Aagghhh…… kak Sarah ssttt…..”, desis Bimo keenakan karena seluruh bagian kontolnya bagaikan dipijit oleh memek Sarah yang hangat. “aaaghhh…. inikah yang namanya seks. Rasanya bahkan lebih nikmat dari saat aku coli. Tapi… ya Tuhan berdosakah aku kalo merasakan kenikmatan di atas penderitaan kakakku aaghhhh….”, pikir Bimo. Sementara itu di sudut lain Fitri pun juga mulai melakukan hal yang sama seperti Sarah. Tapi Fitri mengambil posisi membelakangi Suparno. Jadi dia tak perlu melihat pandangan marah ayahnya itu. Suparno memang merasa marah dan kecewa melihat tingkah Fitri, tapi laki-laki setengah baya itu tak kuasa untuk menahan erangannya di balik penutup mulutnya saat kontolnya menerobos liang hangat putrinya yang cantik itu. “Mmppphhh….mmppphhh….”, desah Suparno di balik penutup mulutnya. “Aaaaghhh…. ssstttt……..uugghhhh…..”, desah Fitri. Fitri tak perlu berpura-pura mendesah nikmat karena wanita cantik itu benar-benar merasakan nikmat. Kepala kontol ayahnya yang lebih besar dari suaminya memberikan sensasi yang lain pada Fitri. Kepala kontol ayahnya yang besar dan tak proporsional dengan panjang dan diameter batangnya ternyata memberikan kenikmatan yang lebih pada Fitri. Apalagi saat Fitri mulai bergerak naik turun, kontol ayahnya terasa lebih menggelitik memeknya. “Aaaahhh….mmppp…….Pi……aaaaaaghhhh……..”, desah Fitri yang larut dalam birahinya. Fakta bahwa dia sekarang ngentot dengan ayahnya sendiri tanpa sadar membuat Fitri makin bergairah. Seperti umumnya seorang anak perempuan, Fitri juga mengidolakan sosok laki-laki seperti ayahnya. Dan kini wanita cantik itu berusaha mengeluarkan usaha terbaiknya untuk memberikan kenikmatan pada sang ayah. Pantatnya bergoyang liar, otot-otot vaginanya dibuatnya melakukan gerakan mengempot. Tak ayal, tingkah Fitri ini makin membuat Suparno kelimpungan. Kini laki-laki setengah baya itu larut dalam gairah birahi. Goyangan Fitri dan empotan memeknya terasa begitu luar biasa, memberikan dia kenikmatan yang selama ini tak pernah dia rasakan lagi. Andai saja tangannya tak terikat, mungkin Suparno sudah turut menaik turunkan pantat Fitri, meremas pantatnya yang sexy, atau payudaranya yang bergerak indah saat dia bergoyang. Dua orang ayah dan anak itu seakan lupa dengan keadaan sekitarnya. “Ssssttttt….uuugghhhh…….kak Sarah.”, desah Bimo di sudut lain saat Sarah mulai menggerakkan pantatnya naik turun. Bimo merasa dia sekarang seperti berada di surga. Kenikmatan seks yang baru pertama ini dia nikmati membuatnya larut dalam lautan birahi. “Aaaghhh…… Bimo….punya kamu gede banget uuffff…….”, bisik Sarah di telinga Bimo agar tak kedengaran orang lain. “Mmppphhh…… memek kakak juga enak aaaghhh…… sempit kayak memek perawan aja aaahh….”, puji Bimo. Sarah tersenyum manis pada Bimo. Wanita cantik itu makin bersemangat memberikan kenikmatan yang lebih pada Bimo, adik bungsunya itu. Tampaknya ibu beranak satu itu sudah melupakan kalo tadi dia dipaksa melakukan ini. Kini dia bergerak atas kemauannya sendiri yang sudah tenggelam dalam gelombang birahi. Ukuran kontol Bimo yang lebih gede dari suaminya, dan juga fakta kalau persetubuhan ini merupakan persetubuhan yang tabu karena Bimo adalah adik kandungnya sendiri, malah membuat Sarah merasakan kenikmatan yang lebih dashyat daripada saat dengan Joko, suaminya sendiri. Bimo bisa melihat dengan jelas payudara Sarah yang bergoyang indah di depan matanya. Bimo pun tak tahan untuk hanya diam. Dia segera menjulurkan mulutnya untuk melumat payudara yang selama ini dia impikan. Mulutnya menggapai putting Sarah dan mengenyotnya dengan gairah. “Aauggghhh….. Bim…… sstttt…..”, desah Sarah sambil lebih membusungkan payudaranya ke arah Bimo. Karena Sarah masih menyusui maka payudaranya menjadi makin sensitif, hingga perbuatan Bimo membuat wanita cantik itu makin menggila. Bimo yang merasa ada cairan yang keluar dari tetek sarah, dengan giat mulai menghisap cairan susu yang keluar dari tetek Sarah. Juki yang melihat dua pertunjukan panas diruangan itu menjadi bangkit birahinya. Perlahan dia mendekati Fitri yang asyik bergoyang di pangkuan ayahnya. Segera dilumatnya bibir sexy Fitri dan tangannya bergerak meremas gemas payudara Fitri. “Mmmmppphhh……… loe sexy banget Fit mmmpphhhh…..”, kata Juki. “Aaaaggghhh…….mmmmppphhhh….”, Fitri mendesah makin keras dan menyambut cumbuan Juki dengan bergairah. Si cantik itu tak menghentikan goyangannya yang membuat Suparno makin merem melek keenakan. “Fit, kontol siapa yang lagi ngentotin memek kamu? Jawab.”, tanya Juki. “Uuugghhh…. kon…kontol papi gue aaahhhh…..” “Gimana rasanya? Enak?” “Ooouughh…. e…enak banget…..ssttt………” “Ha…ha…ha… loe bener-bener pelacur Fit. Ngentot sama papi loe sendiri. Hey, Parno. Gimana rasanya memek anak loe? Yahut kan? Loe harus terima kasih sama gue karna udah ngasih loe kesempatan buat ngentot sama anak loe yang cantik ini ha…ha…ha…”, goda Juki pada Suparno yang tak mampu menjawab. Suparno sudah tak kuasa menahan gelombang birahi yang menghantamnya. Ruangan ini sekarang seperti bertambah “panas”. Bau seks seakan memenuhi ruangan itu. Desah dan jerit kenikmatan dari keluarga Suparno berpadu dengan suara kecipak kocokan kontol dalam memek yang basah seakan membuat sebuah harmoni irama yang sangat erotis. “Mmmppphhh….mmppphhh……..”, gumam Suparno tak jelas saat orgasme melandanya. Fitri bisa merasakan kalo ayahnya akan segera orgasme. Wanita cantik itu juga sudah dekat dengan orgasmenya sendiri dan makin mempercepat goyangan pantatnya. “Mmmmppp… Fitri mau…..aaaaaaggghhhhh…………”, jerit Fitri histeris saat orgasme melandanya bersamaan dengan semprotan mani Suparno dalam rahimnya. Tubuhnya menggeliat hebat dan pantatnya dia tekan sampai kontol Suparno mentok ke liang memeknya. Suparno seperti tenggelam dalam gelombang orgasmenya. Memek Fitri seakan memeras seluruh mani dari kontolnya. Memek itu berdenyut kencang dan membuatnya merasakan kenikmatan yang tak akan dia lupakan. “Kak Sarah aaghhh…. Bimo….aaaaagghhhh…….”, desis Bimo saat akhirnya dia tak kuat lagi bertahan dari goyangan Sarah yang makin liar. “Ouughhh…. tunggu Bim. Kakak juga mau aaaggghhh……”, jerit Sarah. Kedutan dari kontol Bimo yang kemudian menyemprotkan spermanya dengan deras ke dalam rahimnya, membuat Sarah pun terseret gelombang orgasme yang dashyat. Tubuh Sarah tertekuk membusung ke depan, hingga payudaranya yang besar seakan dia himpitkan ke wajah Bimo. Bimo pun merespon dengan melumat salah satu putingnya. Bahkan Bimo tak hanya melumat, tapi juga sedikit menggigit dan menarik putting itu sehingga putting Sarah yang besar menjadi makin tertarik. Hal ini membuat Sarah mendapatkan orgasme susulan yang tak pernah dia rasakan. Desah dan jerit kenikmatan dari keluarga yang larut dalam birahi itu akhirnya mereda. Fitri dan Sarah bersandar lemas di pangkuan ayah atau adiknya. Sekarang di ruangan itu hanya terdengar desah nafas berat dari mereka yang kelelahan setelah mengalami kenikmatan yang seakan melemaskan tubuh mereka. “Hua…ha…ha…bener-bener hot. Gue sampai ngaceng berat nih. Tampaknya kita udah gak perlu pemanasan lagi deh. Boys, its party time!”, kata Juki pada teman-temannya. Fitri membuka matanya yang dia pejamkan saat dia lemas karena orgasme dengan ayahnya tadi. Fitri melihat kalo tiga bajingan itu sudah telanjang semuanya. Dan Fitri bisa melihat dengan jelas bahwa walaupun tiga orang bajingan ini memiliki wajah jelek yang berbeda-beda, tapi mereka memiliki dua kesamaan. Mereka sama-sama berbadan besar dan mereka juga memiliki kontol yang besarnya hampir tak bisa dia percaya. Waktu tadi Fitri melihat Sarah dan Bimo, dia kagum dengan kontol yang dimiliki Bimo. Tapi bajingan-bajingan ini bahkan lebih besar dari milik Bimo. Kontol Juki dan Barong mungkin sekitar 22cm panjangnya dengan diameter yang sepadan dengan panjangnya, kontol-kontol seperti ini hanya pernah Fitri lihat di film-film porno. Tapi yang membuat Fitri ngeri adalah kontol si Chelsea. Bajingan bertubuh hitam legam itu memiliki kontol yang sama hitamnya dengan kulit tubuhnya dan panjangnya sekitar 25 cm dengan diameter hampir sebesar lengan bayi. Fitri belum pernah melihat kontol segede itu, bahkan di film-film porno sekalipun. Fitri melihat Chelsea menarik Sarah dari pangkuan Bimo, dan Barong menghampiri Cindy yang meringkuk dekat Farrel yang sudah terikat di kursi lagi. Tapi Fitri tak bisa melihat lagi karena Juki sudah menariknya dan menciumnya dengan ganas sambil berdiri. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * agar pembaca lebih nyaman membacanya, maka penulis akan menceritakan kejadian yang dialami Fitri, Sarah dan Cindy secara terpisah, walaupun terjadinya sebenarnya bersamaan. Fitri’s Side Story “Gue udah nggak sabar lagi pengen ngentot kamu cantik mmppphhh…..”, kata Juki sambil melumat bibir sexy Fitri. Fitri sebenarnya merasa jijik, tapi dia sadar kalo dia harus menuruti bajingan ini. Dan wanita cantik itu pun membalas ciuman Juki dengan tak kalah panasnya. Juki menarik kedua tangan Fitri agar merangkul lehernya, hingga badan mereka berdua berdekapan erat. Fitri merasa geli saat payudaranya terutama putingnya bergesekan dengan dada Juki yang penuh bulu. Fitri tak kuasa mencegah putingnya yang makin mengeras oleh gelitikan bulu dada Juki yang kasar. Wanita cantik itu juga sedikit merasa ngeri karena dia dapat merasakan betapa panjang dan besar kontol Juki yang terhimpit perutnya. “Ough.. gede banget. Apa vaginaku nggak bakalan robek kalo bajingan ini memaksa monster ini ke liang senggamaku?”, pikir Fitri dalam hati. Tiba-tiba Fitri merasa kuatir dengan Sarah, kakaknya, karena dia sempat melihat kakaknya itu menjadi sasaran Chelsea, si Ambon, yang kontolnya bahkan lebih besar dari Juki. Fitri tak sempat lagi mengkuatirkan nasib Sarah karena Juki mengangkat sebelah kaki Fitri hingga bertopang ke lengannya. Dan saat tangan Juki yang satunya berusaha meraih kaki Fitri yang satunya, Fitri segera tahu kalo bajingan ini akan memperkosanya dengan posisi berdiri sambil menggendongnya. Fitri pun merangkulkan lengannya dengan erat ke leher Juki agar ia tidak jatuh. “Ayo, Fit. Kamu arahin kontol gue pake tangan kamu. Daripada entar nyasar ke pantat loe ha..ha..ha..”, kata Juki. Sekarang Fitri bergantungan di leher Juki hanya dengan satu tangan, untung saja Juki menopang kedua pahanya dengan lengannya yang besar hingga Fitri tidak jatuh dari gendongannya. Tangan Fitri yang satunya lagi merayap ke bawah dan meraih kontol Juki. Wanita cantik itu merasa sedikit ngeri karena saat kini dia memegang kontol itu, dia bisa merasakan kalau ukuran kontol Juki memang benar-benar besar. Fitri memposisikan kontol itu hingga kini kepala kontol Juki tepat menempel di mulut liang senggamanya. Fitri pun menarik nafas dalam-dalam. “Ya, Tuhan. Sekarang saatnya. Bajingan ini akan memperkosaku aaghh…”, keluh Fitri dalam hati. Hatinya menangis, hancur, tapi dia tak boleh menampakkannya, dia harus berpura-pura menikmatinya demi keselamatan keluarganya. “Pelan-pelan Juk aaaagggkkhhh…….”, rintihan Fitri memotong kata-katanya. Juki menurunkan pantat Fitri yang dia pegangi hingga kini kontolnya yang besar mulai memasuki memek Fitri. Juki ternyata cukup pengertian kalo memek Fitri belum pernah dimasuki oleh kontol sebesar miliknya hingga dia berusaha melakukan penetrasi sepelan mungkin. “Ouggh…. pelan ssstt…. auggh….”, desis Fitri. Fitri merasakan mulut memeknya dipaksa meregangkan ototnya sampai batas maksimal. “uugghh… kontolnya gede banget sssttt… semoga memekku nggak sampai robek dibuatnya” Untung saja memek Fitri sudah dipenuhi cairan kenikmatannya yang bercampur dengan mani Suparno hingga masih ada yang berfungsi sebagai pelumas. Penetrasi itu berlangsung dengan pelan. Juki memperlakukan Fitri bagaikan seorang perawan yang baru kali ini melakukan seks. Dia masukkan kontolnya sedikit demi sedikit, lalu diam atau mengocok pelan-pelan. Setelah dirasanya memek Fitri agak terbiasa, Juki melakukan penetrasi lebih dalam lagi. Erangan Fitri terdengar memenuhi ruangan itu. Akhirnya kontol Juki pun berhasil masuk semuanya ke memek Fitri. Fitri bisa merasakan buah pelir Juki yang berbulu menempel di pantatnya. Fitri merasa memeknya begitu penuh. Kontol Juki dirasanya mentok sampai keperutnya dan menyentuh mulut rahimnya. Otot-otot vaginanya meregang berusaha beradaptasi dengan monster yang kini ada di dalamnya. Juki berhenti sejenak agar vagina Fitri bisa beradaptasi. Dia melumat bibir Fitri dengan nafsu dan memeluk tubuh wanita cantik itu makin erat, berusaha menggesek payudara Fitri dengan bulu-bulu dadanya. “Uugghh……sstt….”, Fitri mendesis lirih saat Juki mengangkat dan menurunkan pantat Fitri pelan-pelan. Hal ini membuat kontol besar Juki keluar masuk liang memek Fitri pelan-pelan. Sedikit rasa perih karena otot-otot vaginanya dipaksa meregang lebih dari biasanya masih dirasakan Fitri. Tapi selain itu Fitri merasa kontol Juki memenuhi liang senggamanya, menjelajahi seluruh bagian dalam liang senggamanya bahkan sampai ke tempat-tempat yang belum pernah dijangkau oleh Farrel, suaminya. “Ya tuhan, kenapa aku merasakan nikmat saat aku diperkosa? Apa aku memang seorang pelacur? Tapi…aaahh”, keluh Fitri dalam hati. “Aaaghh… gue ternyata gak salah milih loe jadi target gue. Mmmpphh…. memek loe enak banget Fit aagghhh…”, desis Juki yang menikmati jepitan memek Fitri pada kontolnya. Setelah beberapa saat memompa dengan tempo pelan, Juki bisa merasakan memek Fitri mulai basah dan penetrasinya mulai lancar. Apalagi dari desahan Fitri yang digendongnya, Juki tahu kalo wanita cantik itu mulai menikmati permainan ini. Juki melepaskan tangannya dari pantat Fitri, dia hanya menyanggah tubuh Fitri dengan memegangi paha Fitri dekat lututnya. Setelah itu Juki pun menaikkan tempo permainannya. Pantat Fitri yang kini dalam keadaan bebas bisa berayun dengan tumpuan pahanya yang dipegangi Juki. Kontol Juki pun kian leluasa mengobok-obok memek Fitri dengan tempo lebih cepat dan power yang lebih mantap. Plok…plok….plokk….. Suara benturan pantat Fitri yang berayun dengan pangkal paha Juki memenuhi ruangan ini. Berpadu dengan dengusan Juki dan desahan Fitri yang makin keras larut dalam birahinya. “Aaaghhh….sst…..aaahhh…….”, desah Fitri makin keras. Wanita cantik itu tak kuasa lagi menahan birahinya. Kontol Juki yang besar dan panjang itu telah membuatnya menyerah. Dengan ukurannya itu kontol Juki seakan mampu merangsang setiap titik rangsangan yang ada di dinding vaginanya. Klitoris Fitri pun selalu terjepit dan digesek terus menerus yang membuat wanita yang mirip dengan Luna Maya itu makin kelimpungan. “Mmpphh… gimana rasanya kontol gue? Enak kan? Loe pasti ketagihan pengen dientot kontol besar gue terus he… he… he…..”, goda Juki yang melihat Fitri sangat menikmati perkosaan ini. “Sstt… uughhh….”, Fitri tak kuasa menjawab dan hanya mendesah nikmat. Wajahnya memerah karena malu mendengar kata-kata Juki. Fitri berpikir kalo orang yang menciptakan semboyan “Size doesn’t matter” bener-bener orang yang goblok. Mungkin semboyannya benar kalo kita bicara soal cinta, tapi kalo menyangkut seks, “Size really matter, cause its can fuck your brain out”. “Aaaahh….mmhh……aaahhhh…..” “Oughhh….loe enak banget Fit… aahh…” Kedua orang itu seakan berpacu dalam birahi dan tak memperdulikan sekeliling mereka. Dan Fitri pun mulai merasa orgasme mulai menghampirinya bagaikan gelombang besar yang menelannya dalam kenikmatan birahi. Saat gelombang itu menerpanya, Fitri merasakan orgasme yang luar biasa yang baru kali ini dia rasakan. Tubuhnya menggeliat dalam gendongan Juki. “AAAGHHH….”, teriak Fitri saat orgasme. Tubuhnya menggelepar dalam gendongan Juki. Tapi Juki malah makin mempercepat kocokannya hingga Fitri pun makin melayang. Setelah orgasme itu lewat, tubuh Fitri pun lemas dalam kenikmatan. Juki tertawa melihat Fitri telah dapat ia taklukkan. Melihat kondisi Fitri yang lemas, Juki pun takut Fitri akan terjatuh dari gendongannya sehingga dia pun menurunkan tubuh Fitri ke karpet. Juki mengganti gayanya dengan gaya misionari. Tempo pun ia turunkan untuk membangkitkan gairah Fitri lagi. “Kamu cantik Fit. Tetek kamu bagus banget mmmppphh……..”, kata Juki sambil meremas kedua payudara Fitri dan menjilat dan menghisap putingnya. Kadang putting itu dihimpitnya dengan gigi sambil ditarik-tarik yang membuat Fitri melenguh. “Auugh…..mmpphhh….”, desahan Fitri mulai terdengar lagi karena Juki memang ahli dalam membangkitkan gairah wanita. Birahi Fitri perlahan bangkit karena kontol Juki terus menggenjot memeknya dalam tempo pelan, tapi sesekali Juki menggenjotnya dengan full power hingga wanita cantik itu makin larut dalam permainan bajingan ini. Apalagi tangan dan bibir Juki terus merangsang bagian tubuhnya yang lain. Payudara Fitri yang indah diremasnya, putingnya yang semakin keras dipilin, dijilat, bahkan dihisap kuat, sedangkan leher jenjang Fitri, bibirnya yang ranum, sampai belahan ketiaknya, tak luput dari rangsekan bibir Juki. Setelah melihat Fitri bangkit lagi gairah birahinya, Juki mengaitkan kedua kaki Fitri di bahu Juki, hingga kini Juki bisa makin bebas melakukan genjotan kontolnya ke memek yang hangat itu. Tanpa basa-basi Juki segera meningkatkan temponya. Kini dia menggenjot Fitri dengan cepat dan penuh tenaga. Plok…plok…plokk….. Suara benturan tubuh mereka terdengar keras. “Aagghh….aahhh…..sstt….aahhhh…..”, desahan Fitri terdengar makin keras karena kontol Juki memborbardir memeknya dengan liar. Fitri seakan lupa diri, wanita cantik itu tak lagi sedang berakting, tapi benar-benar menikmati perkosaan itu. Yang ada dalam kepala Fitri sekarang hanyalah betapa nikmatnya kontol besar Juki yang kini menggenjot memeknya dengan liar. Seks yang sedikit kasar, rasa tak berdaya dibawah dominasi seorang pria dengan kontolnya yang gede yang sanggup menjelajahi seluruh bagian liang memeknya, membuat Fitri larut dalam sensasi seks yang belum pernah dia rasakan dengan suaminya. Pantatnya pun bergerak liar menyambut setiap tusukan kontol Juki. “He..he.. enak mana kontol gue sama suami loe?”, goda Juki. “Aaahh…ssstt….oougghh…..”, Fitri tak menjawab hanya mendesah nikmat. Tiba-tiba Juki menghentikan gerakannya, dan menarik kontolnya hingga hanya ujung dari kepala kontolnya yang tertinggal di memek Fitri. Fitri menatap Juki seakan tak mengerti. Pantatnya berusaha dia naikkan untuk menjemput kontol yang memberinya sejuta kenikmatan itu, tapi posisi tubuhnya yang tertekuk karena kakinya terkait di bahu Juki, membuat Fitri tak berdaya. “He…he…. Ayo jawab dong. Ntar baru gue entot lagi.”, kata Juki. Fitri kini paham kalo bajingan ini sedang mempermainkannya. Tapi wanita cantik itu sekarang butuh pelampiasan, yang Fitri inginkan saat ini hanyalah menuntaskan birahinya yang belum tuntas. “Brengsek. Bajingan ini mau mempermalukan gue dihadapan keluargaku. Tapi…aahh…tapi gue butuh……. Aaah… maafkan aku Rel. Aku bisa gila kalo kayak begini.” “Enak kontol loe.”, bisik Fitri lirih berusaha agar keluarganya tak bisa mendengar omongannya. “Apa?”, kata Juki pura-pura tak mendengar. “Enak kontol loe.”, kata Fitri sedikit lebih keras walaupun masih berbisik. “Apa? Yang keras dong. Gue gak denger nih.” “ENAK KONTOL LOE. AYO CEPET ENTOT GUE.” teriak Fitri setengah frustasi. “Nah, gitu dong. Nih hadiah loe.”, kata Juki sambil menggenjot Fitri dengan penuh tenaga. “Aaahh…..terus……aahhh….”, desah Fitri kembali larut dalam birahinya. “Kenapa kontol gue kok lebih enak dari suami loe hah?”, goda Juki lagi. “Karena kontol loe gede. Gue suka kontol loe yang gede itu ngentot memek gatel gue aaghhh….”, jawab Fitri tanpa berpikir lagi. “ha…ha…ha… gue juga suka memek loe. Empotannya top banget.” “Ooouhhh….. lebih kenceng… aahhh gue mau…. aaggghhh……”, jerit Fitri histeris saat orgasme melandanya lagi. Wanita cantik itu menggeliat liar di bawah himpitan tubuh Juki. Juki pun akhirnya tak tahan juga. Memek Fitri seakan meremas kontolnya dengan kuat. Kontolnya pun memuncratkan banyak sekali sperma kedalam rahim Fitri. Kerasnya semprotan sperma Juki membuat Fitri mengalami orgasme susulan. Dua orang itu pun berpelukan erat sambil menyatukan kelamin mereka seakan tak mau berpisah. Setelah orgasme itu mereda, Juki pun melepaskan diri dari pelukan Fitri. Fitri merasa lemas sekali seakan seluruh tulangnya dilolosi. Dan Fitri pun memejamkan matanya, mengatur nafas, mencoba memulihkan tenaganya dengan istirahat sejenak. Tubuhnya benar-benar lemas setelah pertarungan dashyatnya dengan Juki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s