Dilema (mama) part 2

Posted: April 11, 2012 in Ibu
Tags:

PART 2
sejak saat itu Dicky sering Bolos sekolah dan kerumahku dengan alassan yang aneh2… sedangkan aku masih aja stuck dengan dilema antara Iya dan tidak untuk membiarkan mereka
andai saja aku bisa tegas mungkin mereka bisa kucegah…..mamaku dan sahabatku!!!! sungguh tragis
aku sakit hati jika mengingat mereka melakukan itu. Keluargaku sudah hancur
apa jadinya jika papaku tau apa yang mereka lakukan dibelakang papa
waktu berjalan seminggu….. hampir setiap hari Dicky membolos dan setiap aku pulang aku selalu menyempatkan diri mengintip mereka.. ternyata aku baru tahu alasan bahwa mama memang sengaja mengenakan celana kolor prndek dirumah 1 bulan terakhir ini karena diminta oleh Dicky.
setiap ku intip diruang tamu pasti mama hanya mengenakan kaos tapi tanpa bawahan. tak tau mengapa itulah yang sering kulihat selama seminggu terakhir saat ngintip mereka
Pernah suatu kali aku pulang sekolah aku melihat motor Dicky udah terparkir di depan rumah
“si Setan ini pasti lagi gituin mama nih”dlam hati.. iseng2 aku coba ngintip ruang tamu lewat toko.. tapi ternyata Cuma ada dicky seorang disitu sedang menonton TV. Mungkin mereka sedang tak “maen” hari ini pikirku

…. “Clackkk” aku membuka pintu lalu duduk disamping Dicky. kami tak banyak cerita saat itu…. tapi tiba2 dari arah dapur mama datang hanya mengenakan kaos tanpa lengan tapi bawahnya tak tertutup sama sekali… kami begitu kaget apalagi mama, “wow bulunya”kataku dalam hati sambil memandang terus ke arah vaginanya.. mama pun hanya diam lalu seolah bingung mau kemana …..mama lalu berjaln ke arah kamarya
Tapi Enth kenapa mungkin karena shock ato kaget apalah mama berjalan biasa tanpa menutupi vaginanya yang sedang terekspos saat itu(mungkin karena udah sering kali ya hehehe)
waktu berjalan hampir sebulan aku sampai bosan ngintip terus….sementara hubungan persahabatnaku dengan Dicky makin renggang meskipun dia masih sering menjemput aku saat berangkat sekolah tapi tetap aja kerenggangan itu tetap ada
begitu juga dengan mama, kadang aku pulang sekolah mama gk pernah menyiapkan makan siang, jadi biasanya pulang sekolah aku jajan dahulu setelah sampai rumah langsung masuk kamar dan tidur hingga sore sehingga komunikasi seolah hilang dalam sebulan terakhir itu
kadang saat pulang sekolah aku ingin ngobrol dengan mereka berdua tapi tetap aja ada rasa malas… yahh meskipun mereka tak tertangkap basah lagi “berbuat” tetap aja aroma2 sehabis mereka mesum di rumahku masih tercium… itu membuatku malas ngumpul2 lagi meski tiap hari ketemu
hingga pada awal januari 2011…..
saat itu aku berangkat sekolah dengan bus setelah sampai sekolah aku bertemu Dicky di kelas, entah kenapa hari itu tiba2 dia menghampiri aku yang sedang berjalan keluar kelas.. kami pin berjalan bersama untuk nongkrong sebentar di depan sekolah karena itulah kegiatan yang sehari-hari kami lakukan saat bel tanda masuk kelas dibunyikan…..
terlihat dia agak canggung saat mengajaku ngobrol
“eh sob….. aku pengen ngomong sesuatu nih”
“apaan?”kataku sambil melihat tingkah anehnya saat itu
“kamu pengen ngetot gak?”
“hah? serius!!!?” kataku agak curiga saat itu
“serius ni, mau ga?”
“mau banget!!!! sama siapa?” tanyaku agak curiga bercampur serius
“sama tante Sinta,mamamu”katannya sambil cengengesan
“woo, dasar setan….!!!! kamu mau aku hajar?”kataku pura2 marah . Meskipun sebenarnya aku gak terlalu menaggapi ocehan dia.. Yang kupikirkan saat itu adalah apa yang sebenarnya dia ingin katakan & apa yang sebenarnya ingin direncanakan oleh dia…..
iseng2 aku bertanya
“emang kamu pernah gituan sama mamaku?”
“hahaha ya jelas belum lah”
“aku Cuma bercanda kok,sob .. Jadi jangan masukun dalam hati ya?” katanya lagi
“tapi kalo kamu emang pengen ngrasain enaknya gituan sama tnte Sinta mungkin aku bisa rayuin, supaya dia mau”
katanya dengan suara agak ragu2 tapi hati2
“ahh aku gak percaya”sambungku
“heh, beneran tante Sinta pasti mau”kata dia
“ohh gitu ya!!!! aku tahu sekarang, ternyata kamu selama ini sering godain mamaku!!!”
“eh eh, bukan gitu sob, aku tuh Cuma nebak2 aja apa pikiran tante Sinta.. Soalnya aku hafal tipe wanita yang butuh kasih sayang itu seperti apa” dalihnya sambil sedikit ketawa agr suasana tak bertambah panas
aku terdiam sebentar
“Gimana masih mau gak? yang tanggung resikonya aku” katanya dengan ngotot
“gak deh.. masa aku gituin mamaku sendiri, dosa tau ga? kataku agak malu setengah mati
“dosa pikirin belakangan!!!… kamu belum jg pernah gituan kan?blom pernah ngerasain enaknya jg kan?” katanya agak sedikit memaksa
“tar aja, aku pikir2 dulu” kataku saat itu sambil meninggalkan dia di depan sekolah
setelah pelajaran dimulai aku sudah mulai tidak konsen lagi.. pikiranku selalu mengingat apa yang dikatakan Dicky tadi
ahhh sialll!!!!! kenapa aku jadi mikirin hal kaya gini sih. aku gak mau merusak keluargaku ,jadi tawaran itu harus kutolak
tapi… saat istiraht dicky kembali menemuiku dan kembali membahas hal itu dan terus menerus meyakinkan aku bawa tak akan terjadi apa2. aku memang sempat tergoda tawarannya itu tapi kemudian langsung kutolak lagi….
“ini pasti strategi dia agar aku bisa mengijinkan agar dia dengan bebas bisa meniduri mama semau dia”
kataku dalam hati

pelajaran pun mulai lagi… dan kembali aku mulai bimbang dan dilanda Dilema antara Iya dan tidak dengan tawaran Dicky. Saat itu juga pun aku langsung teringat pada tubuh telanjang mama saat kuintip dia bersama Dicky… aku membayangkan bagaimana bentuk vagina mama yang memang selama ini hanya bisa kulihat samar2, lalu bagaimana dengan payudaranya yang bulat dan puting berwarna coklat itu sedang terlentang diatas ranjang… penisku berdiri keras sekali saat itu tak bisa dipungkiri aku juga memang ingi merasakannyaa juga…… tapi apakah sepadan dengan jika akhirnya Dicky juga akan meniduri dia bahkan mungkin didepanku….
bayangan akan tubuh bugil mama seakan membutaku tak bisa konsentrasi lagi… setiap saat selalu muncul saja seperti itu membuat aku semakin bimbang hingga tanpa terasa bel akhir pelajaran pun dibunyikan
saat diparkiran Dicky pu langsung menghaampiriku dan bertanya lagi
“gimana, jadi ga?”
aku hanya diam sambil berpikir
dicky pun langsung menyambar
“udah gak usah dipikir… nanti aku yang rayu tante Sinta, tapi kamu yang gituin dia, gimana?” katanya sambil menyerahkan helm dan bergegas naik motor
entah kenapa aku hanya nurut aja saat itu.. kami pun bergegas pulang kerumahku dengan hati yang was was terutama aku
waktu bersa begitu lambat meski Diky memacu kendaraanya hingga 80KM/jam….. aku terus menerus gelisah dan juga sedikit ngaceng karena membayangkan tubuh bugil mama
Akhirnya kami tiba dirumah
kamipun langsung turun dan berjalan menuju ruang tamu…. saat berjalan aku melihat mama sedang duduk di toko kelihatan sedikit sibuk dengan pembeli…… kamipun langsung duduk disofa ruang tamu
jantungku udah berdetak kencang sekali saat itu karena aku tak menduga sama sekali akan menjadi seperti ini
dicky pun berdiri saat itu lalu mengajaku becara “gimana?siap belom? hehehe” katanya sambil ketawa mencairkan suasana yang tegang itu sambil berjalan ke arah pintu toko yang hanya tertutup oleh gorden itu lalu membukanya
dengan nada biscara penuh canda Dicky memanggil mama
“Tant, sini donk’
“bentar, baru ngtung duit nih”jawab mama
“ayok donk sini” kata Dicky sambil menghampiri mama yang kulihat sedang menghitung uang di meja etalase…. Dicky menarik tangan mama dengan lembut lalu menariknya ke ruang tmu. mama pun anehnya nurut gitu aja saat digandeng ke dalam.. setelah sampai diruang tamu dicky berkata kepadaku
“aku yang pemanasan, kamu yang gituin yah?” katanya sambil memainkan mata kepadaku. Dicky memberi kode Jempol saat itu sambil tersenyum penuh maksud
sedangkan mama hanya diam dan trluhat gugup dan bingung tapi hanya nurut aja saat mengetahui Dicky berkata demikian….
Dicky menggandeng mama menuju kamarnya… sebelum menutup pintu Dicky tersenyum dan berkata “tunggu bentar ya”
aku menunggu diruang tamu dengan jantung berdebar2 dan bimbang harus bagaimana setelah menunggu 5 menit belum juga Dicky keluar dari kamar. akupun memilih untuk mengganti pakaian dahulu
“kok Dicky lama … apa mungkin dia ngicipin vagina mama dulu lal baru aku yang diberi sisa2nya?”tanyaku dalam hati dengan bimbang
aku kembali ke ruang tamu tapi saat itu kulihat pintu kamar mama udah terbuka…
dicky pun lekas memanggilku….. Dengan langkah yang perlahan aku masuk ke kamar.. begitu masuk aku disuguhkan pemandangan indah
mama sedang telanjang bulat terlentang diatas tempat tidurnya…. kedua kakinya sedang terkangkang seolah sudah siap untuk di setubuhi… Dicky memanggilku lagi agar aku bergegas masuk kedalam kamar……
saat aku berdiri disamping mama . aku dan mama saling berpandangan sejenak lalu mama memalingkan mukanya kearah lain, mungkin karena malu… pahanya yang tadi terbuka lebar pun mnutup sendiri
aku sendiri hanya salah tingkah karena bingung harus ngapain
saat itu terlihat jelas baik aku dan mama sedang malu-malu tapi mau……
“duduk disini”kata Dicky sambil berdiri dan menyuruh aku duduk di semping tubuh telanjang mama
sambil memperhatikan tubuh mama dengan dekat, aroma tubuhnya benar benar membuatku tak berdaya
tangan kanan mama menutupi wajahnya sendiri, tangan kirinya mengelus elus rambutnya sendiri yg mulai acak2an
oh, sungguh pemandangan yang sangat indah sekali

“ayok cepat disikat aja, tante Sinta udah nafsu juga kok…. jangan malu2!!!!” kata Dicky kepadaku tanpa ada rasa ragu atau bersalah karena kata2nya saat itu didengar oleh mama
aku tak terbiasa dengan ini apalagi jika diperhatikan oleh Dicky… tapi karena Dicky yang dari tadi hanya ngomel2 terus karena aku yang tak kunjung mulai2 akhirnya kau berinisiatif meraba paha mama dan mengelusnya.. kuelus2 dari arah luar sampai dalam hingga mama yang awalnya tegang bisa sedikit lemas,,, pahanya yang tadi merapat pun mulai membuka sedikit…..
Dicky berkata kepadaku
“aku mo nutup toko dulu, kmu garap aja… sampe puas”katanya tersenyum sambil berjalan keluar kamar dan menuju toko
disaat itu aku masih aja bimbang harus bagaimana dulu dikarenakan aku memang sangat buta dalam hal ini disamping itu mama pun hanya diam menutup wajah dan mengelus rambutnya… aku bahkan gak tau mama udah terangsang atau belum
yah jadi dilema lagi…….
tak lama kemudian Dicky masuk ke kamar lagi dia pun berkata
“loh!!!! kok belum”katanya saat itu penuh kecewa
“ayo donk rio….. sikat aja, jangan malu2 lagi” sambungnya
mungkin melihat aku dan mama yang masih sama2 kaku dan terdiam Dicky pun lal mendekati kami
“liat nih” katanya saat itu sambil meremas2 kedua payudara mama dng jari kirinya… tak mau kalah jri kanannya menarik wajah mama dan merka pun langsung berciuman mesra
“clkkkk..clkkkk” suara lidah bercampur air liur mereka saat berciuman
“emmhhhh’suara mama ketika bibir mereka saling bertemu
wow… sungguh Dicky benar2 mahir dalam bercumbu dengan wanita
kira2 2 menit mereka salin bercumbu sedang aku hanya mengelus2 paha mama….. Dicky pun berdiri lalu berpindah ke blekangku tanpa kompromi kedua tangannya memegan paha mama lalu membukanya dengan lebarsehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas bentuk vagina mama
basah disana apalagi ketika Dicky menusukan jarinya kedalam vagina mama dengan kasar dan langsung dikocok –kocok hingga keluar suara “clak-Clak”
“akhhh!!!! akhhh!!! “ hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil matanya terpejam
Dicky menarik keluar jarinya yang basah akibat lendir milik mama lalu memasukan jarinya kemulut mama…..
mama hanya menurut aja seolah pasrah mau diapa2in…….
Dicky hanya tersenyum puas melihat mama, sedangkan aku tersenyum kagum melihat mereka
Sesudah puas Dicky pun berdiri lalu mengambil tas rasnselnya
“ya udah aku tinggalin kalian berdua, toko udah ditutup kalian bisa bebas gituan” katanya

Setelah keluar kamar tak lama kemudian kudengar suara motor nya lalu pergi… aku pun kedepan untuk memastikan nya
sambil mengecek seluruh pintu…..
pada saat aku kembali ke kamar mama aku mulai merasa ragu lagi…. tapi mengingat apa yang udah terjadi tadi danjuga Dicky yang udah pergi aku pun memberanikan diri… saat didepan pintu kamar aku melihat mama yang masih telanjang kedua pahanya pun masih terkangkang membuat aku semakin berani
dengan perasaan yakin aku pun mulai dengan berani meremas dada mama
jari tanganku yang satu lagi pun tak mau kalah langsung menekan ke arah vaginanya
mama masih diam aja….. aku sudah tak peduli lagi vaginanya pun ku kocok menggunakan 2 jari sekalaigus seperti yang dilakukan Dicky

dampaknya pun mulai terasa.. mama yang awalnya hanya menutup wjahnya mulai berani memperlihatkan ekspresinya
akupun mulai lebih berani memainkan jariku… jari kiriku membuka2 libianya sedang jari kanan mengocok kedalam
dan benar tak lama kemudian
“akhhhh….. akhhh!!!!” kata pertama yang keluar
aku pun mengeluarkan penisku lewat resleting celanaku sambil kukocok2 sendiri penisku
mama ternyata menikmati rabaanku, aku sendiri udah tak tahan lagi.. akupun lekas melepaskan celanaku
lalu bertanya kepada mama
“ mah… aku boleh masuk?” dia masih diam
lalu penisku ku gesek2kan ke puting susunya sambil bertanya lagi…..
mama membuka matanya lalu memandangku sebentar kemudian menganggukan kepalaanya menandakan setuju
denagn tak sabar langsung naik ke atas ranjang… tanpa kusuruh mama mbuka pahanya lebar sehingga aku bisa merapatkan tubuhku
“akhhh” suara mama keras ketika penisku kutusuk pertama kali ke vaginanya
oh gilaaaa, apakah ini yang dinamakan bersetubuh itu…. sangattt nikmat kurasakan
penisku terasa hangat dan seperti tersedot kedalam vagina mama. Pokoknya berbeda sekali rasanya dengan onani
aku terus menerus menekan dan menarik dengan cepat pantatku ini menimbulkan perasaan nikmat tiada tara. semakin kutusuk semakin keras penisku dan semakin enak kurasa
“emhhhh…. ahhhhh… ahhhh…. ahhh” mama medesah sesekali sambil menutup rapat kedua matanya seakan menikmati tiap detik ketika penisku keluar masuk
baru 5 menit tiba2 saja tubuhku tegang sekali dan…. spermaku pun lepas masuk dengan sangat deras kedalam vagina mama, oh nikmatnya..
kubiarkan penisku didalam sejenak, aku lemas, kdua lututku teras ngilu sekali.. inilah pertama kalinya aku merasakan sensasi senikmat itu yang mungkin takan pernah kulupakan….
baru semenenit didalam penisku mulai membesar lagi, langsuang saja akupun menggerakan pantatku maju dan mundur meskipun tak sekencang saat yang pertama tapi rasa nikmat yang datang tak kalah hebat dengan yang tadi….
kugerakan perlahan-lahan sambil kedua tanganku mengelus paha mama dan kunikmati setiap detik dengan memejamkan mataku
“ahhh ahhh ahhh”tak kuasa kubendung suaraku
penisku menegang keras lagi..
“emhh… emhhh” suara mama seolah tak mau kalah dengan suaraku
30 menit berlalu aku udah keluar didalm sebanyak 3 kali lalu kucabut penisku..dengan sedikit tenaga yang tersisa aku meninggalkan mama telanjang bugil dikamarnya sedang aku menuju ruang makan.. rasa cape, lapar membuatku tak berdaya.. sehabis makan aku pun kekamarku, aku sempat lewat kamar mama dan kulihat dari luar mama sedang tidur dengan selimut yang menutupi bagian bawahnya sedangkan bagian dadanya dibiarkan terbuka wajahnya masih manis dan tetap terlihat anggun meskipun sehabis begituan…. saat melihat wajah mama aku merasa bersalah dengan apa yang baru kulakukan, ini adalah dosa terberat yang aku lakukan terhadap keluargaku sendiri
rasa kenyang dan cape membuatku tidur terlelap hingga aku bangun pada sore harinya
entah mengpa aku dan mama tak saling bicara hari itu mungkin karena rasa bersalah yang sama2 kami berdua rasakan…
sehabis makan malam akupun langsung menuju kamar.. dikamar aku masih saja teringat akan kejadian siang tadi..
aku merasa sedih dan bersalah hingga tanpa kusadari air mataku menetes
wajah yang kuingat saat itu adalah wajah papa…
apa yang akan papa lakukan jika dia tau aku bukannya menjaga mama tetapi malah mincabuli mama, wanita yang mengandung aku selama 9bulan dan melahirkan aku dengan susah payah
ketika papa membanting tulang dan mencari nafkah agar aku bisa sekolah yang tinggi untuk menggapai masa depanku…….. kalau papa tau mungkin dia akan membunuhku saat itu juga….
“ah.. siallll kenapa aku jadi begini”

keesokan harinya aku berangkat lebih awal kesekolah dengan bus, di sekolah aku bertemu dengan Dicky
“sob, gimana yg kemaren?” kata dia mengagetkan aku yang sedang melamun di kelas
aku tak menjawab apa2 hanya ekspresi malu dan kaget yang terlihat dari wajahku
“kok lemas gitu? wah abis kerja keras seharian ya?” katanya lagi
“gak kok, aku Cuma nancep sekali”kataku dengan malu
“oh ya? masa Cuma sekali? wah gak seru tuh…. kamu mau lagi gak? klo mau, ntar aku yang rayu, kamu yang gituan lagi seperti kemaren?” katanya dengan berbisik sambil tersenyum penuh maksud

aku merasa aneh kala itu. meskipun kutolak tapi Dicky tetap aja mengiming-imingi aku dengan kata2 yang menarik, lama kelamaan aku pun mulai tergoda lagi dan akhirnya akupun menyerah dengan nafsu mudaku….
saat jam pelajaran pun Dicky pindah ke mejaku dan kami bercerita tentang mama.. meskipun saat kutanyai dia ngotot tak mengaku bahwa pernah meniduri mama.. sampai aku menyerah senidi.
Tak apala, mungkin dia malu atau takut jika aku marah
akhirnya setelah berembug lama kami pun memutuskan membolos saat instirahat dan langsung menuju rumahku
sesampai dirumah aku kamipun langsung menuju ruang tamu.. mama sedang ditoko..
Dicky langsung menuju toko dan langsung menggandeng mama keruang tamu saat itu….. mama hanya nurut sesekali ketika dibawa keruang tamu

sesampainya diruang tamu Dicky langsung memeluk mama dan mencium bibirnya seskali tangannya meraba selangkangan mama…. Wajah mama memerah apalagi ketika mengtahui aku yang duduk sedang menyaksikan mama dicium mesra.. dan terlihat mama sangat gugup saat itu
“sob, tokonya ditutup aja biar kita bebas ngapa2in” kata Dicky sambil memberi kode kepadaku . dengan langkah yang agak terseret2 aku bergegas menuju toko dan menutup pintu toko, ketika aku kembali ke ruang tamu kulihat mereka berdua sudah duduk di sofa panjang sambli berciuman dan tangam milik Dicky udah masuk kedalam kaos milik mama dan meremas2 payudaranya….. penisku langsung tegang saat melihat mama diraba2 oleh Dicky… aku begitu tegang melihat mereka jadi aku berinisiatif menuju kamar dan mengganti pakaianku agar aku bisa lebih tenang…. setelah mengganti pakaianku aku langsung menuju ke ruang tamu..
saat itu mama udah tak mengenakan kaos sehingga payudaranya terlihat jelas begitu indah, paduan kedua puting coklatnya seolah membuat payudara mama terlihat begitu sexy….
ketika menyadari aku yang sudah ada di depan mereka Dicky menghentikan cumbuan terhadap mama, mama sendiri Cuma diam sesekali menunduk sambil membenahi ujung rambutnya yang basah oleh keringat…
“sob, aku mau pulang nih, kmu aja ya yang lanjutin” katanya
“kenapa buru2? lanjut aja.. aku gak marah kok, suer!!!!!” kataku sedikit heran dengan tingkah dia
“aku agak kecapeaan hari ini, pengen pulang aja” katanya lagi sambil mengambil tas lalu mengambil helm dan kunci motor diatas meja…
Aku agak heran dengan tingkah dia hari ini, mama pun sama terlihat dari ekspresi wajahnya yang mulai bingung..
akupun langsung mengantar Dicky kedepan rumah, kutawari dia sekali lagi untuk masuk kedalam, tapi dia menolak.. heran juaga aku dengan tingkahnya.. tapi tak apa, mungkin ini juga bagus untuku, agar aku bebas seperti kemarin…hahaha
Setelah Dicky pergi aku pun masuk kembali kerumah, aku duduk disamping mama yang masih telanjang dada saat itu….
“mah, pintu belakang udah dikunci?” tanyaku
“oh iya…!!! tunggu bentar, biar mama cek dulu”katanya sambil berjalan cepat menuju kebelakang….
setelah kembali dari belakang
“mah sini, duduk dipangkuanku” kataku dengan sedikit menarik tangannya, mama sedikit senyum lalu segera duduk menghadap aku dipangkuanku…. segera tangan kiriku menarik pinggangnya sehingga membuat tubuh mama lengket dengan tubuhku..
langsung segera kucium lehernya dan tangan kananku meremas2 bokongnya yang masih tertutup celana kolor ketat berwarna merah itu…
“emmhhh” katanya begitu kucupang lehernya lalu berlanjut menciumi ketiaknya yang berbulu tipis lalu naik ke pipi
sampai akhirnya bibir kami bertemu…. lidahku langsung disedot oleh mama dengan rakus..
kdua tangan mama memeluk kepalaku dan mengelus rambutku selagi bibir kami saling sedot menyedot
“clkkk clkkk’ suara lidah bercampur air liur ketika kami bercumbu
“mah lepasin celanya, aku pengen liat ituhnya” kataku, dengan tersenyum manja mama berdiri dan langsung melorotkan celana kolor beseral celana dalam turun dan lepas dari kakinya….
wowww… pemandangan indah dan harum semerbak langsung tercium dari hidungku… tanpa menunggu lama mama pun langsung kudorong kesofa dengan posisi terlentang, kuhujani wajahnya dengan ciuman tanpa henti mama hanya memeluk aku sambil bibirnya ikut mencari2 dimana bibirku meskipun akhirnya bertemu….
tangan kiriku meremas kedua susunya dari kiri kekanan bergantian terus menerus hingga nafas mama mulai tak beraturan..
tangan kananku turun kebawah pusarnya dan mencari cari dimana vaginanya, setelah dapat langsung lah ku raba dan kuelus, sesekali kutarik bulunya, ini membuat mama menjadi kesetanan dan semakin memeluk aku dengan erat
mama saat itu sungguh berbeda dengan yang kemarin yang hanya diam saat kuraba – raba…. setelah kurang lebih sepuluh menit kami bercumbu kukeluarkan penisku lewat lubang resleting san segera kutempelkan penisku yang sudah tegang ke vagina mama sambil ku gesek2kan ke klitorisnya…. ketika aku mau masuk tiba2 mama memeluku.. ini membuat penisku meleset dan gak jadi masuk…
mama memeluku sambil menciumi pipiku dia bilang
“sayang, maennya dikamar aja yuk, seperti kemaren… lebih enak”
segera kami berdiri, dan sambil bergandengan kami menuju kamar mama…..
setelah sampai aku langsung menutup pintu kamar dan menguncinya sedang mama hanya duduk di tepi ranjang sambil menunggu aku
“sayang lepas aja seragamnya, biar nanti gak kotor” kata mama
dengan cepat aku melepas semua pakaian yang aku kenakan sampai kaos dalam pun hingga aku telanjang bulat.
mama hanya tersenyum nakal melihat penisku yang tegang itu bergerak naik turun sendiri…..
mama langsung tiduran terlentang diatas ranjang, segeralah langsung ku naiki tubuhnya lalu kuciumi bibirnya, sedangkan penisku kutekan2 kearah selangkangannya mencari lubang vaginanya … tapi karena Cuma bergesek2an dan tak masuk2 juga tubuh mama bergerak gerak sendiri seolah olah mencari juga dimana letak penisku, sampai karena putus asa tangan mama menangkap penisku lallu menekan kearah vaginanya… pelan pelan dan lalu…. sleebb…. penisku pun tertancap kutekan sampai pangkal pahaku menempel dengan milik mama lalu kubiarkan penisku didalam sebentar..
ini membuat mama menjadi tambah liar, pantatnya bergerak2 sendiri dan vaginanya seperti menyedot dan menjepit keras penisku
“sayangghh… cepet gerakkinn…. ahhhh… mama gak tahannn…kamu jahattt!!!” sambil menarik2 pantatku
tak tega melihat mama yang tersiksa aku pun langsung menekan naik turun
“ohh.. gitu sayangghhh… enakkk..” katanya sambil memejamkan matanya…
oh begitu nikmat saat itu ditambah lagi melihat ekspresi wajah manis mama yang sedang nafsu ingin disemprot rahimnya membuatku semakin tak tahan ingin keluar
20 menit kemudian
“mahh… aku keluarrr”kataku sambil menekan dalam2 penisku
“AKHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” mama menjerit keras dan kurasa vaginanya berkontraksi dan menjepit penisku dengan keras
“akhhh —akhhh—- ahhh!!!!” suaranya seolah tak mau berhenti… sepertinya dia juga abis orgasm sesaat setelah ku keluarkan maniku didalam… penisku kutari keluar dan kulihat vagina mama membuka dan menutup sendiri sepereti sedang bernafas dan pinggulnya masih bergerak gerak kaku meski penisku udah keluar, wow sungguh pemandangan yang indah tapi aneh…..

Lalu kurebahkan tubuhku disamping mama yang sedang lemas sambil mengambil nafas sejenak dan memandangi wajah mama yang penuh dengan bintik2 keringat….
Saat udah tenang mama memiringkan badan kearahku, kami berpandangan lama saat itu sebelum khirnya mama mencium keningku
“mama gak nyangka bisa tidur dengan kamu 2 kali”katanya dengan wajah masih lemas
“tapi mama bahagia sekarang” sambungnya
“papa gimana,mah?”kataku… wajahnya agak sedi ketika kutanyakan itu
“maaf mah”
“tak apa, kita jalani dulu aja…. jangan bialang papa, nanti dia marah”
“iya mah, aku janji jaga rahasia” kataku sambil tertunduk dan merasa seperti bersalah saat itu, mama yang melihatku agak bersedih langsung merapatkan tubuhnya dan mengelus rambutku
“mau mama isepin itunya ga?”katanya dengan tersenyum nakal.. aku pun langsung semangat lagi saat itu…….
Setelah melakukan 3 kali siang itu aku dan mama tertidur pulas hingga sore hari.. Setelah bangun aku langsung menuju ruang makan dan ternyata mama masak banyak hari itu ada ikan,ayam, dan sayurannya banyak beraneka ragam jenis.. sepertinya dia sanngat senang hari itu……
malam itu aku pun tidur di kamar mama, tapi kami tidak “gituan” malam itu………
Bangun pagi aku merasa segar dan senang, setelah sarapan aku langsung berangkat sekolah
tapi aku tak bertemu Dicky disekolah, aku pikir dia kerumahku.. Tapi setelah pulang sekolah aku juga tidak menemui dia dirumah, setelah kutanya mama katanya kata mama Dicky tak datang hari itu..
Keesokan harinya pun begitu, Dicky tak menjeput aku dan disekolahpun dia gak ada, aku mulai bingung saat itu
“apa dia sakit?” tanyaku pada mama setelah aku baru saja sampai kerumah
“Semalam mama telfon juga gak diangkat” kata mama juga saat itu sambil duduk merapat ketubuhku
“mungkin dia udah bosen sama ini” kataku sambil meraba payudara mama
“sayang, bosen ga sama mama”
“Ga akan bosen mah, walaupun tiap hari” kataku sambil mencium bibir mama
Akhirnya siang itu aku memulai tanpa Dicky…. Kami melakukannya seharian penuh dikamar dan si ruang tamu
Keesokannya pun begitu, bahkan aku sudah gak tidur dikamarku tiap malam melainkan tidur di kamar mama…
Seminggu kemudian…….
“sayang mama pengen ngomong” kata mama saat aku mau mnidurinya malam itu
“ngomong apa mah?
“tapi jangan marah ya, sebenarnya………..emmmm mama udah hamil 3 minggu”
“HAH? kok bisa? mama kok gak bilang dari kemaren2 sih!!! Mama kok gitu, ini kan permasalahan genting” kataku dengan nada keras
“Sebenarnya yang nyuruh Dicky, dan anak ini sebenarnya anaknya Dicky dan mama gak bisa bilang kemaren2 karena mama baru tau Dicky kabur tadi pagi wkatu nelfon ibunya Dicky”
SIALL SIALL oh sialnya aku, teryata selama ini Dicky meminta bahkan mengiming – imingi aku untuk tidur dengan mama itu ternyata adalah…… Sebuah PERANGKAP agar aku yang dikira menghamili mama dan agar dia bisa lari dari tanggung jawab……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s